Pada hari Selasa, 16 Januari 2024, Kelompok BBK 3 Desa Padeg dari Universitas Airlangga melaksanakan salah satu program kerja mereka, yaitu penyuluhan jentik nyamuk pada beberapa rumah warga. Jentik (atau jentik-jentik) adalah tahap larva dari nyamuk. Jentik hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau "menggantung" pada permukaan air untuk bernapas (Wikipedia, 2023). Motivasi dilaksanakannya kegiatan ini adalah dikarenakan sekarang sudah memasuki musim penghujan, yang menyebabkan peningkatan potensi adanya genangan air di mana jentik-jentik nyamuk dapat bertumbuh kembang, ditambah lagi beberapa warga Desa Padeg yang memiliki tandon air. Adanya jentik-jentik nyamuk yang berkembangbiak dan tidak diberantas berpotensi menyebabkan penyakit-penyakit seperti demam berdarah dan malaria.
Penyuluhan jentik-jentik nyamuk dilaksanakan oleh seluruh anggota kelompok BBK 3 Desa Padeg yang didampingi oleh bidan desa, Ibu Ida, serta dua orang kader desa. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode sampling di mana tidak seluruh rumah warga didatangi, tetapi hanya 20 rumah warga. Proses penyuluhan ini diawali dengan mengecek kamar mandi pada rumah warga tersebut lalu mengecek bak mandinya, setelah itu memeriksa genangan air lain yang ada di rumah tersebut seperti tandon air, jika terdapat jentik-jentik, maka anggota dari kelompok BBK 3 Desa Padeg akan membantu membersihkan dan memberikan obat jentik-jentik "abate", serta memberikan informasi kepada warga tersebut terhadap siklus nyamuk. Jika di rumah warga tersebut tidak terdapat jentik-jentik, maka hanya akan diberikan obat abate serta informasi mengenai cara penggunaannya. Setiap rumah warga yang didatangi diberikan tiga bungkus obat abate.
Hasilnya, rata-rata rumah warga yang didatangi bersih dari jentik-jentik, hal ini mungkin disebabkan karena warga di Desa Padeg rutin menguras bak mandi mereka. Selain itu, walaupun sekarang sudah masuk musim penghujan, intensitas hujan tetap rendah.